Menyajikan Informasi dan Inspirasi


  • News

    Wednesday, December 1, 2021

    Siapa Itu Tuhan?

    Suatu kali seorang guru melontarkan sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya: Siapa itu Tuhan?


    Seorang murid bernama Steven yang ayahnya adalah hakim menjawab: Tuhan itu adalah HAKIM yang mengadili orang jahat.


    Albert yang ayahnya adalah dokter menjawab: Tuhan adalah DOKTER yang bisa menyembuhkan segala penyakit.


    Michael yang ayahnya seorang jutawan menjawab: Tuhan adalah YANG MEMBERIKAN SEGALANYA.


    Semua anak yang ditanyai memberikan jawaban sesuai dengan pekerjaan ayah mereka sendiri. Tiba saat giliran Sarjo yang akan ditanyai, guru tahu bahwa Sarjo tidak semapan teman-temannya yang hidupnya berkecukupan. Sarjo pun mulai menundukkan kepala, tidak berani menatap sang guru.


    Sang guru kemudian mengulang pertanyaan tersebut, “Sarjo, siapakah Tuhan itu?” Dengan suara lemah Sarjo menjawab bahwa Tuhan adalah seorang PEMULUNG. Tiba-tiba kelas menjadi ricuh dan ribut karena jawaban Sarjo. “Bagaimana bisa Tuhan itu seperti PEMULUNG?” teriak mereka.


    Sang guru pun kembali bertanya, “Kenapa Sarjo bilang kalau Tuhan itu pemulung?” Lalu Sarjo menjawab dengan menengadahkan mukanya. Dia menjawab bahwa seorang pemulung mengambil barang-barang yang tidak berguna dan mengumpulkannya, membersihkannya, sehingga menjadi berguna.


    "Bapak saya juga memungut saya dari jalanan dan membawa saya pulang ke rumahnya. Saya diasuh, disekolahkan, didik, sehingga menjadi berguna. Jika Bapak saya tidak mengambil saya, entah jadi apa saya sekarang ini dijalanan. Demikianlah Tuhan menjadi seperti seorang PEMULUNG yang mengambil yang tidak berguna menjadi berguna."


    Setelah mendengar penjelasan Sarjo, semua kelas yang sempat riuh dan ribut itu seketika hening. Mulai terdengar isakan di semua kursi dan mereka mulai sesenggukan.



    Tuhan amat mengasihi kita, kita yang adalah barang rongsokan, buta secara rohani. Kita seolah-olah hidup tetapi sebenarnya mati. Namun karena kasih Tuhan, kita dipandang berharga dimata-Nya.

    No comments:

    Post a Comment