Menyajikan Informasi dan Inspirasi


  • News

    Monday, September 18, 2017

    Kisah Penghina Sunnah Nabi ; ‘Melahirkan’ Tikus Dari Dubur


    Quthbuddin Al-Yunani berkata: “Telah sampai kepada kami berita seorang lelaki yang dipanggil Abu Salamah dari salah satu daerah Bashrah (Seorang yang suka melawak dan membual).

    Ada seseorang menyebut tentang siwak dan keutamaannya di dekatnya. Lelaki tersebut berkata: “Demi Allah, aku hanya memakai siwak pada duburku”. Kemudian dia mengambil siwak dan meletakkannya pada duburnya lalu mengeluarkannya lagi.

    Setelah itu dia mengeluhkan rasa sakit pada perut dan anusnya selama Sembilan bulan. Kemudian dia melahirkan sejenis tikus dengan empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan dan pantatnya seperti pantat kelinci. Setelah keluar, hewan tersebut mengeluarkan suara keras sebanyak tiga kali. Anak perempuan lelaki tersebut bangun dan memukul kepala hewan tersebut hingga mati.

    Dan lelaki itu tetap hidup setelah melahirkan hewan tersebut selama dua hari, dan pada hari ketiga dia meninggal dunia. Dia pernah berkata: “Hewan ini telah membunuhku dan memotong-motong ususku”.

    Hewan tersebut sempat dilihat oleh banyak orang dari penduduk daerah tersebut dan para khatib tempat itu. Ada yang melihatnya ketika hewan itu masih hidup dan ada yang melihatnya setelah hewan itu mati. (Al-Bidayah Wa Nihayah; Al-Hafizh Ibnu Katsir)
    ---

    Anjing Untuk Penghina Nabi

    Jamaluddin Ibrahim bin Muhammad ath Thibi bercerita bahwa ada seorang penguasa Mongol yang semula muslim berubah menjadi nasrani. Suatu hari sejumlah pembesar Nasrani dan Mongol kumpul di majelisnya. Saat itu ada salah satu dari mereka yang menghina Nabi. Di ruangan itu terdapat anjing pemburu yang terikat.

    Tatkala orang tersebut berulang kali menghina Nabi, tiba tiba anjing tersebut menerkamnya dan berhasil mencakar cakar wajahnya sebelum akhirnya orang orang yang hadir bisa menyelamatkannya dari cakaran anjing.

    Salah seorang hadiri berkomentar, “Tindakan anjing tersebut gara gara hinaanmu terhadap Muhammad”.

    “Bukan”, tukas orang tersebut dengan tegas, “Namun anjing itu terlalu Ge eR. Dia lihat aku berisyarat dengan tanganku ke arahnya lantas dia mengira bahwa aku ingin memukulnya”, lanjut orang itu.

    Kemudian dia kembali menghina Nabi bahkan berpanjang kata menghina Nabi maka tiba tiba anjing tersebot meloncat dan menggigit kerongkongannya lalu menariknya hingga putus. Matilah orang tersebut seketika. Kejadian ini menjadi sebab ada kurang lebih 40 ribu orang Mongol masuk Islam 


    [Durar Kaminah karya Ibnu Hajar al Asqalani as Syafii 1/386, Syamilah].

    No comments:

    Post a Comment