Menyajikan Informasi dan Inspirasi


  • News

    Saturday, January 30, 2016

    Asma Nadia, Penulis Wanita Inspiratif Indonesia

    ASMA NADIA ADALAH NAMA PENA DARI ASMARANI ROSALBA. KELAHIRAN JAKARTA TAHUN 1972. ANAK PASANGAN AMIN USMAN DAN MARIA ERI SUSIANTI. KIPRAH PENULIS YANG MASA KECILNYA DIHABISKAN DI RUMAH KONTRAKAN SEDERHANA DI PINGGIR REL KERETA API INI DI MULAI SEJAK IA LULUS DARI SMA 1 BUDI UTOMO, JAKARTA..
    Saat itu ia aktif menulis dan kemudian mempublikasikan karyanya di berbagai majalah keislaman. Namanya juga masuk dalam jejeran penulis ‘best seller’ wanita di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat telah menulis lebih dari 40 buku, yang di terbitkan dengan lebih dari 1 juta salinan yang didistribusikan secara nasional, baik yang di tulis sendiri olehnya maupun bersama-sama dengan penulis lain.
    Penulis produktif ini menjadi satu dari 35 penulis dari 31 negara yang diundang untuk menjadi penulis tamu dalam International Writing Program di Iowa, di mana ia sempat berbagi tentang Indonesia dan proses kreatifnya dalam menulis dengan pelajar dan mahasiswa/i serta senior citizen di Amerika.
    Bukunya banyak di terbitkan oleh Penerbit Mizan, diantaranya ‘Derai Sunyi’ (novel), naskah drama dua bahasa ‘Preh (A Waiting)’ diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta, ’Cinta Tak Pernah Menari’ (kumpulan cerpen) ‘Rembulan di Mata Ibu’ (novel, 2001). Ia juga menyusun puluhan antologi.
    Pernah beberapa kali diundang menghadiri acara kepenulisan di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Di tahun 2006 ia di daulat menjadi salah satu dari dua sastrawan muda Indonesia yang diundang untuk tinggal oleh pemerintah Korea Selatan selama 6 bulan. Undangan yang sama diperolehnya dari Le Chateau de Lavigny (2009) di Swiss.
    Pernah juga menjadi pembicara pada forum Seoul Young Writers Festival di Korea Selatan dan The 2nd Asia Literature Forum di Gwangju, China, Public Reading di Jenewa, Swiss. Memberikan workshop kepenulisan  kepada pelajar Indonesia di Mesir, Swiss, Inggris, Jerman, Roma (Italia) dan Vatikan, buruh migran di Hongkong dan Malaysia.
    Didalam negeri, ia sering di minta menjadi pembicara di hadapan banyak pemirsa termasuk di berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, ITB, UNPAD, UGM, IPB, Unsyiah, Universitas Brawijaya, dan perguruan tinggi ternama lainnya.
    Salah satu cerpennya berjudul ‘Emak Ingin Naik Haji’ telah difilmkan oleh aditya Gumay dan mendapat anugrah film terpuji dalam Festival Film Bandung dan mengantarkan aktris Atty Kanser sebagai pemeran utama wanita terbaik Indonesian Movie Award 2010.
    Cerpen lainnya yang terdapat dalam buku ‘Emak Ingin Naik Haji’, berjudul ‘Jendela Rara’ juga turut difilmkan. Ketua Forum Linkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda ini, juga menjadi CEO Asma Nadia Publishing House, sebuah perusahaan penerbitan yang didirikannya.
    Dikenal sebagai penulis yang sangat perduli terhadap bahan-bahan bacaan, hal itu di wujudkan dengan menyumbangkan hasil royalti dari buku-buku yang telah ditulisnya, sebagian bersama pengarang-pengarang lain, untuk kemudian dimanfaatkan guna mengembangkan RumahBaca AsmaNadia, sebuah perpustakaan dan tempat mengasah kreativitas bagi anak dan remaja kurang mampu.
    Kerap memanfaatkan kemajuan teknologi dalam upayanya menyemangati kaum perempuan untuk membaca melalui milisnya pembacaasmanadia@yahoogroups.com. Berawal dari milisnya tersebut lahirlah klub buku AsmaNadia (KBA) di berbagai kota di tanah air, sebagai kegiatan alternatif yang berisi, di mana setiap bulan anggota berkumpul dan berdiskusi tentang buku yang telah mereka baca.
    Adik dari penulis Helvy Tiana Rosa ini, menikah dengan Isa Alamsyah yang juga menulis buku motivasi berjudul No Excuse. Dari perkawinannya tersebut di karuniai 2 orang anak Putri Salsa dan Adam Putra Firdaus.
    Karya-karyanya:
    – Derai Sunyi (novel)
    – Naskah drama dua bahasa Preh (A Waiting)
    – Cinta Tak Pernah Menar, (kumpulan cerpen)
    – Rembulan di Mata Ibu (novel, 2001)
    – Dialog Dua Layar
    – 101 Dating
    – Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!
    – Ketika Penulis Jatuh Cinta (Penerbit Lingkar Pena, 2005)
    – Kisah Kasih dari Negeri Pengantin (Penerbit Lingkar Pena, 2005)
    – Jilbab Pertamaku (Penerbit Lingkar Pena, 2005)
    – Miss Right Where R U?
    – Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman (Penerbit Lingkar Pena, 2005)
    – Jatuh Bangun Cintaku (Penerbit Lingkar Pena, 2005)
    – Gara-gara Jilbabku (Penerbit Lingkar Pena, 2006)
    – Galz Please Don’t Cry (Penerbit Lingkar Pena, 2006)
    – The Real Desperate Housewives (Penerbit Lingkar Pena, 2006)
    – Ketika Aa Menikah Lagi (Penerbit Lingkar Pena, 2007)
    – Karenamu Aku Cemburu (Penerbit Lingkar Pena, 2007)
    – Catatan Hati di Setiap Sujudku (Penerbit Lingkar Pena, 2007)
    – Badman: Bidin
    – Suparman Pulang Kampung
    – Pura-Pura Ninja
    – Catatan Hati di Setiap Sujudku (kumpulan tulisan dari mailing list)
    Penghargaan:
    – Novelnya ‘Derai Sunyi’, mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA)
    – Kumpulan cerpennya ‘Cinta Tak Pernah Menari’ meraih Pena Award
    – Novelnya ‘Rembulan di Mata Ibu’ (2001) memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
    – Karyanya ‘Dialog Dua Layar’, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
    – 101 Dating meraih penghargaan Adikarya IKAPI (2005)
    – Menjadi salah satu dari dua sastrawan muda Indonesia yang diundang untuk tinggal oleh pemerintah Korea Selatan selama 6 bulan
    – Anugrah IBF Award sebagai novelis islami terbaik (2008)
    – Diundang untuk tinggal di Swiss oleh Le Chateau de Lavigny (2009)
    sumber:http://cyberhelmy.blogspot.co.id/2014/09/biografi-tokoh-cerpen-terkenal-asma.html

    No comments:

    Post a Comment